Story 1.
"Birthday Present
Yuki dan Joongie sudah hampir 2 bulan ini menjalin hubungan. Meskipun terpaksa harus terpisah dan harus menjalani hubungan jarak jauh, namun keduanya sepakat untuk menjalaninya dengan santai dan membiarkannya mengalir. Komunikasi tetap berjalan baik, telpon setidaknya sekali dalam sehari, pesan singkat dan terkadang chatting online pun dilakonin. Gak susah lah untuk menjalin komunikasi di jaman sekarang ini.
“Dek, wiken ini kamu mau kmana?” Tanya Joongie dalam pembicaraan melalui telepon malam ini. “Hmm..belum tau. Mungkin di rumah seharian nonton drama, mau istirahat aja, soalnya Minggu nya ada undangan dr temen yang nikah, jadi pasti seharian di luar. Kenapa a?” tanyaku sambil sibuk browshing. “Enggak, tanya aja. Kali aja kamu mau nengokin aa. Oiya, mama mau kesini loh jum’at”
“O ya” jawabku tanpa respon. Melihat tanggepanku yang adem ayem dan cenderung biasa aja, Joongie memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan ini.
“Yawdah, dah malem niy. Kamu istirahat gih, besok ngantor kan??”
“He eh. Sebentar lagi, ada yang harus aku kerjain dulu niy. Kalo A ngantuk istirahat aj duluan” sahutku ringan. “Ngerjain apa? Jangan malem2 ya tidurnya. Besok kan kamu harus ngantor, nanti ngantuk lagi” Pesannya bernada khawatir. Ah, Joongie memang sangat perhatian. Aku tersenyum, “Iya sayaaaang. Sebentar lagi kok, gak lama. Yawdah, met bobo y, jangan lupa mimpiin aku” kataku manja
“Iya sayang. Kamu juga met bobo ya. Jangan mimpiin aku y” sahutnya membuat dahiku terhenyit. “Kok gitu??” tanyaku penasaran. “Kalo kamu mimpiin aku, ntar kamu gak mau bangun lagi besok pagi..hehehehhee” ledeknya jayus. Aku tertawa kecil “Ih, dah pinter ngegombal y sekarang”Rajukku manja.
“hahahaha...” Joongie tertawa renyah
“Yawdah aku tutup ya” pintanya lembut sambil mengucap kata perpisahan.“Oke. Bye” sautku lembut
Kutaruh handphone di samping laptop.
Sedetik kemudian kembali asik berselancar di dunia maya.
“Tas nya kemarin kayak nya masi bagus. Apa baju yah. Hmm, tapi kan dia pantang banget dibeliin baju,takut putus. Haiyaah..pikiran macam apa itu, hari gini di jaman serba online ini, masih aj percaya sama mitos, kalo ngasih kado baju, trus nanti putus hubungan suatu saat, salahin tu baju.kesian amat ya si baju gak salah apa-apa dijadiin kambing hitam." Aku menghela nafas panjang. "Ya kalo pun putus, bukan karena baju kali, tapi mang gak jodoh aja” pikirku masih mendebatkannya dalam hati, sambil masi asik mencari-cari referensi , browsing online shop disana sini untuk mendapatkan ide kira-kira kado apa ya yang bagus di kasih ke Joongie.
“Waaah... jam Couple ini lucu bangeet (mataku berbinar melihat jam tangan persegi berbahan stainless hitam itu,namun beberapa saat kemudian) tapi kalo liat harganya..hmmm..over budget” keluhku dalam hati. Kulupakan impian untuk bisa memakai jam kembaran dengan Joongie, lalu Kubuka-buka lagi online shop satu persatu dengan sepenuh hati dan semangat yang tinggi. Berharap ada barang lucu, bagus dan murah disana.
“Apa dibeliin dompet aja yah. Kayanya dompetnya udah agak rusak tuh” pikirku, setelah melihate talase dompet-dompet pria disebuah blog. “Hmm..” aku berfikir lagi. Tempo hari waktu ke toko buku, Joongie terlihat tertarik sekali dengan satu judul buku. Tapi aku lupa yang mana. Hehehehee. Karna aku memang gak niat beliin buku. Aku ingin memberikan sesuatu yang bisa dia pakai sehari-hari. Aduuh apaan yah. Spontan aku jadi garuk-garuk kepala, meskipun sebenarnya tidak gatal.
Beberapa hari kemudian
Tepat di hari ulang tahun Joongie."Sayang, slamat ulang tahun ya!!"
“Selamat Ulang tahun y A. Semoga kebahagiaan dan keberkahan senantiasa meliputi hari-hari aa” ucapku pagi ini.
“Iya sayang, makasi ya. Akan lebih berarti lagi kalau kamu bisa mengucapkannya langsung” Aku tercekat, sejenak terdiam. Kemudian balik bertanya, “Kamu gak bisa kesini minggu ini a??” tanyaku penuh harap. Joongie menghela nafas dalam-dalam. “ingin nya sih begitu, tapi apalah mau dikata. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Dan gak bisa aku tinggal” Kentara sekali nada bicaranya berubah kecewa. Aku tersenyum mencurigakan. “O gitu” nada suaraku sengaja direndahkan, agar terkesan kecewa juga.
“Aku sih pengennya kamu kesini bareng-bareng sama mama” Aku terperanjat.
“Hmm..” gumamku, menutupi kegundahan hati. Sebenernya, aku memang berencana kesana, tapi belum pasti. “Jum’at kan aku masi kerja a” aku beralasan.
Joongie menghela nafas panjang, Terlihat sekali nada kecewa dalam dirinya.
“Maap y sayang. Aku juga ingin skali ksana, tapi aku belum tau bisa atau enggak. “ sambungku. “Soalnya minggu sahabat aku nikah, gak enak kalo gak dateng”
“Sabtu aj kamu datengnya Dek, gmn?” usulnya penuh semangat. Aduh, aku sudah menduga dia akan berkata seperti itu. “Liat nanti ya a” Aku gak berani memutuskan.
“Iya aku ngerti” Joongie terlihat kecewa, dan enggan untuk mengetahui lebih lanjut penjelasan dariku. Dia berusaha menutupi rasa kecewanya itu. ”Yawdah, aku mau siap-siap berangkat dulu ya. Kamu ati-ati ya di jalan” Kulirik jam di dinding, Waktu sudah menunjukkan tepat pukul 7 pagi. “oh..dah siang, aku juga mau berangkat. A juga ati2 y. Jangan ngebut2”
“iya. Bye” Joongie menutup pembicaraan
“Bye”
Kumatikan handphone, lalu memasukkan ke dalam tas. Merapihkan barang bawaan, lalu bergegas berangkat. Hari ini Mentari enggan bersinar, meskipun agak mendung, tapi udara menjadi lebih lembab. Dan aku menyukainya, jadi pagi ini aku tidak harus bermandikan peluh karna berpanas2an ria.
“Iya sayang, makasi ya. Akan lebih berarti lagi kalau kamu bisa mengucapkannya langsung” Aku tercekat, sejenak terdiam. Kemudian balik bertanya, “Kamu gak bisa kesini minggu ini a??” tanyaku penuh harap. Joongie menghela nafas dalam-dalam. “ingin nya sih begitu, tapi apalah mau dikata. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Dan gak bisa aku tinggal” Kentara sekali nada bicaranya berubah kecewa. Aku tersenyum mencurigakan. “O gitu” nada suaraku sengaja direndahkan, agar terkesan kecewa juga.
“Aku sih pengennya kamu kesini bareng-bareng sama mama” Aku terperanjat.
“Hmm..” gumamku, menutupi kegundahan hati. Sebenernya, aku memang berencana kesana, tapi belum pasti. “Jum’at kan aku masi kerja a” aku beralasan.
Joongie menghela nafas panjang, Terlihat sekali nada kecewa dalam dirinya.
“Maap y sayang. Aku juga ingin skali ksana, tapi aku belum tau bisa atau enggak. “ sambungku. “Soalnya minggu sahabat aku nikah, gak enak kalo gak dateng”
“Sabtu aj kamu datengnya Dek, gmn?” usulnya penuh semangat. Aduh, aku sudah menduga dia akan berkata seperti itu. “Liat nanti ya a” Aku gak berani memutuskan.
“Iya aku ngerti” Joongie terlihat kecewa, dan enggan untuk mengetahui lebih lanjut penjelasan dariku. Dia berusaha menutupi rasa kecewanya itu. ”Yawdah, aku mau siap-siap berangkat dulu ya. Kamu ati-ati ya di jalan” Kulirik jam di dinding, Waktu sudah menunjukkan tepat pukul 7 pagi. “oh..dah siang, aku juga mau berangkat. A juga ati2 y. Jangan ngebut2”
“iya. Bye” Joongie menutup pembicaraan
“Bye”
Kumatikan handphone, lalu memasukkan ke dalam tas. Merapihkan barang bawaan, lalu bergegas berangkat. Hari ini Mentari enggan bersinar, meskipun agak mendung, tapi udara menjadi lebih lembab. Dan aku menyukainya, jadi pagi ini aku tidak harus bermandikan peluh karna berpanas2an ria.
Akhir pekan pun telah tiba.
"Kejutan Untuk Joongie"
Pagi ini aku bangun dengan perasaan galau dan bimbang. Ingin rasa hati pergi menemui kekasih hati yang tengah berulangtahun disana, tapi aku gak berani. Karena aku belum minta ijin ayah ibu, ya memang karna gak berniat pergi. Ketika mengantar ibu berbelanja, aku membeli bahan-bahan kue. Entah mengapa, aku ingin mempraktekkan resep cake yang kemarin aku browshing.
Sesampainya di rumah, aku langsung membuat Cake. Targetnya membuat Strawberry Cake. Yaa..meskipun hasilnya masih jauh dari harapan,akhirnya jadi juga. Dan tiba-tiba saja timbul ide gila ini.
“Ibu, bolehkan aku beri kue ini untuk Joongie? Kebetulan dia ulang tahun” Ibu menghernyitkan dahi. Bukan karena ibu tidak tau Joongie berulang tahun, hanya saja dia berfikir bagaimana caranya kue ini sampe ke Joongie.
“Aku yang akan menghantar sendiri ksana bu. Itu juga kalau ibu mengijinkan” Aku berusaha menjawab kegalauan ibu, namun Ibu masih terdiam. Entah itu kaget atau terkesima mendengar ide gilaku ini. Namun entah kenapa, apakah karena keberuntungan sedang berpihak padaku, aku mengantungi ijin dari ayah dan ibu. Dengan perasaan senang dan antusias, Sore itu pula, aku langsung meluncur ke tempat Joongie.
Aku menelpon Joongie sesaat sebelum aku sampai. Dia kaget mendapatiku sedang dalam perjalanan kesana. Diapun menjemputku.
Joongie menghentikan mobil di sebuah taman disudut kota ini. Langit telah digelantungin langit yang berubah gelap karena malam telah tiba. Bintang-bintang terlihat saling berlomba menyinari malam ini.
Aku mengeluarkan Cake dari kotaknya, Unfortunately, kuenya agak sedikit mencang mencong. Mukaku pucat pasi. “Selamat ulang tahun ya sayang” sambarku cepat sebelum dia menyadari bentuk kue yang gak karu-karuan ini, segera aku taruh beberapa lilin (yang ternyata tadi gak sengaja kedudukan, jadinya agak-agak bengkok nyaris patah gitu,hiks) dan menyalakannya.
Baginya, bukan bentuk kuenya, atau seberapa mahalnya kue ini, tapi kehadiranku terasa lebih berarti untukknya. Setelah lilin ini ditiup,Kukeluarkan handphone, dan kutunjukkan foto cake ini yang kuambil sesaat sebelum aku berangkat. Joongie tertawa kecil, sambil mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang.
Aku mengambil kotak kecil hitam berpita merah marun,lalu menyodorkan ke Joongie. “A, mudah-mudahan aa suka. Dipake ya A” kuserahkan kotak mungil tadi dengan muka malu-malu.
Dipeluknya aku dengan erat “Makasih y sayang”. Pelukannya terasa hangat dan membuatku nyaman. Pelukan yang selalu aku rindukan akhir-akhir ini. Aku membalas pelukannya tak kalah erat. Seolah waktu terhenti.sebuah kecupan hangat mendarat di dahiku. Aku memejamkan mata, menikmati setiap detik kebersamaanku yang terbilang langka ini.
Semilir terdengar lantunan suara merdu Mariah Carey Feat Luther Vandross melantunkan Lagu Endless love. Lagu favoritku yang dengan setia Menemani kebahagian kami malam ini.
ENDLESS LOVE LYRICS
My love, There's only you in my life
The only thing that's bright
My first love, You're every breath that I take
You're every step I make
The only thing that's bright
My first love, You're every breath that I take
You're every step I make
And I.. I want to share All my love with you
No one else will do...
And your eyes.. Your eyes, your eyes
They tell me how much you care
Ooh yes, you will always be My endless love
Two hearts, Two hearts that beat as one
Our lives have just begun
Forever.. I'll hold you close in my arms
I can't resist your charms
And love.. Oh, love
I'll be a fool For you,
I'm sure.. You know I don't mind
Oh, you know I don't mind
'cause you,You mean the world to me
Oh.. I know.. I know I've found in you My endless love
No one else will do...
And your eyes.. Your eyes, your eyes
They tell me how much you care
Ooh yes, you will always be My endless love
Two hearts, Two hearts that beat as one
Our lives have just begun
Forever.. I'll hold you close in my arms
I can't resist your charms
And love.. Oh, love
I'll be a fool For you,
I'm sure.. You know I don't mind
Oh, you know I don't mind
'cause you,You mean the world to me
Oh.. I know.. I know I've found in you My endless love
Oooh-woow
Oooh, and love.. Oh, love
I'll be that fool For you,I'm sure
You know I don't mind (Oh you know I don't mind)
And, yes.. You'll be the only one
'cause no one can deny
This love I have inside
And I'll give it all to you
My love, My love, my love
My endless love
Oooh, and love.. Oh, love
I'll be that fool For you,I'm sure
You know I don't mind (Oh you know I don't mind)
And, yes.. You'll be the only one
'cause no one can deny
This love I have inside
And I'll give it all to you
My love, My love, my love
My endless love
Download Endless Love Here
- 4Shared -








0 comments:
Poskan Komentar