Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 April 2010

MENDETEKSI KANKER PAYUDARAH DENGAN SENTER

Berkat teknologi terbaru, kini kita bisa mendeteksi adanya tumor payudara hanya dengan menggunakan senter looh...

 Breastlight Tool

Akurasi Hingga 96% 
Kabar baik bagi perempuan sedunia! Selain menggunakan metode ’sadari’, kini kita bisa melacak keberadaan tumor payudara dengan sejenis alat bantu yang mudah dioperasikan sendiri di rumah. Alat bernama ’The Breastlight’ yang beberapa waktu lalu diluncurkan di Inggris ini adalah sejenis senter yang berguna untuk mendeteksi tumor pada payudara.
Hebatnya, menurut para peneliti, tingkat akurasi alat ini dalam mendeteksi tumor mencapai 96 persen! Padahal, tingkat keberhasilan deteksi tumor payudara yang selama ini dilakukan dengan teknik mamografi hanya sekitar 60 s/d 85 %. The Breastlight bahkan mampu mendeteksi benjolan sangat kecil (diameter 7 mm) yang biasanya tak terdeteksi oleh mamografi.


Manfaat ’Cahaya Merah’
Seperti dikutip dalam harian Inggris The Daily Telegraph, Dr. Sarah Burnett, konsultan radiolog dari King Edward VII Hospital, London, mengatakan bahwa The Breastlight bekerja dengan cara menyinari jaringan payudara dengan cahaya LED (Light Emitting Diode) yang berwarna merah.
"Cahaya merah ini akan menyinari sel-sel darah dan seluruh pembuluh darah sehingga bagian dalam payudara bisa tampak jelas layaknya kita melihat sebuah peta. Adanya tumor pada payudara ditandai dengan pembuluh darah yang tampak lebih besar dan tampilan area yang lebih gelap pada saat diterangi oleh sinar ini," jelasnya.

Murah dan Mudah Digunakan
Meski masih ada pro kontra di kalangan medis, The Breastlight punya peminat yang melimpah ruah. Selain harganya relatif tak mahal—hanya 85 poundsterling atau sekitar 1 juta rupiah, kira-kira kalau di Indonesia berapa yah hargamya? Cara memakainya juga mudah. Pertama-tama, masuklah ke dalam ruangan gelap. Sambil berdiri, tempatkan The Breastlight tepat di bagian bawah payudara, lalu hidupkan alat hingga lampu merah menyala dan menerangi payudara.

 Cara Pemakaian


Pada payudara yang sehat, Anda akan melihat jaringan pembuluh darah yang kecil-kecil dan tipis. Sebaliknya, jika ternyata ada tumor, maka Anda akan mendapati spot-spot atau daerah yang gelap di sekitar pembuluh darah payudara. Bila diamati setiap hari, perbesaran ukuran spot gelap tersebut menandai membesarnya pula ukuran tumor.


Payudarah 1 normal
Payudarah 1A-C diduga terdapat sel kanker



Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi breastlight - uk


sumber. 
http://www.menstruasi.com
http://uk.breastlight.com

Jumat, 05 Maret 2010

Tahukah Anda Cara Mengetest Jantung Sehat ?

Tahukah Anda Cara Mengetest Jantung Sehat ?

Untuk mengetahui kerja jantung masih bagus atau tidak, peneliti punya tips mudah yaitu cukup dengan menyentuh ujung jari kaki. Jika tubuh Anda masih fleksibel untuk meraih jari kaki, berarti jantung Anda masih cukup sehat.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3HOH5Q2SGZswz289FZqkirmLQ2kcERLdJQ-rPyM0PHGi7ZVHgCXX5bpFwdaS8IcpP1COQCtWjqsICBo76Za3P7prYYtf7KJxQqY8pWwZpbC5Ou_oeLgYVGIoFU1ygEN0KjPj014iOCnw/s320/tes_jantung.jpg

Dalam jurnal Heart and Circulatory Physiology disebutkan bahwa dengan mengetes salah satu elemen tubuh (jari kaki), seseorang bisa tahu jantungnya masih sehat atau tidak, bahkan di tengah-tengah liburan sekalipun.

Caranya mudah, cukup dengan duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan dan jari kaki mengarah ke atas. Setelah itu cobalah menjangkau dan menyentuh ujung jari kaki dengan tangan. Jika Anda cukup fleksibel untuk menyentuh jari kaki artinya jantung Anda masih sehat dan fleksibel juga.

Dalam studinya, peneliti dari University of North Texas dan beberapa peneliti Jepang merekrut 526 partisipan antara umur 20 hingga 83 tahun. Partisipan kemudian mengikuti tes fleksibilitas tubuh sambil diukur tekanan darah, pembuluh arteri dan aktivitas jantungnya.

Hasilnya, peneliti menemukan korelasi antara tubuh yang tidak fleksibel dengan pembuluh arteri yang tidak fleksibel, terutama pada partisipan di atas umur 40 tahun.

Mereka yang gagal dalam tes fleksibilitas tubuh dan gagal mencapai ujung jari kaki ternyata memiliki pembuluh darah yang kaku, dan artinya kemampuan jantung menjadi kurang baik, efisien dan risiko penyakit jantung pun meningkat.

Peneliti Jepang Dr Yamamoto mengatakan, meski teori antara hubungan otot punggung dan kaki dengan otot di dekat jantung masih samar-samar, tapi dengan adanya studi ini cukup membantu.

Kekakuan otot punggung, kaki dan pembuluh jantung yang saling berhubungan tersebut dikarenakan komposisi kolagennya yang sama.

"Jika Anda bisa menyentuh jari kaki saat duduk lurus, jantung Anda berarti masih cukup baik. Tapi jika tidak bisa, mungkin Anda perlu mendatangi kardiolog," ujar Dr Yamamoto, seorang peneliti Jepang seperti dikutip dari New York Times.

Namun Yamamoto menyebutkan tidak selamanya otot kaku adalah pertanda penyakit jantung, hanya mungkin jantungnya kurang fit dan sehat saja dari yang seharusnya.

Sumber :
jekethek.blogspot.com

apakabardunia.com